Aku mengenalmu dari melalui dunia yang tak nyata. Dunia penuh khayalan, imajinasi, dan mimpi. Ya, dunia maya. Lebih tepatnya, dunia roleplay.
Dari awal kita mention-an di aku roleplay, aku merasa kamu memang orang yang asik untuk diajak berteman.
Aku hanya berpikiran bahwa kita hanya bisa menjadi teman waktu itu.
Seiring berjalannya waktu, sejak aku meminta personal accountmu dan kaupun begitu, aku semakin merasakan bahwa aku semakin kepo terhadap sosok teman roleplay baruku ini.
Siapa kamu, darimana asalmu, kelas berapa kamu... Ah aku ingin tau semuanya.
Biarlah kamu mau bilang apa tentang sosokku yang kepo seperti ini. Ini juga karena aku ingin tau siapa teman baruku.Sampai akhirnya aku tau siapa kamu, walaupun hanya tau kalau kamu ini lebih tua dari aku.
Aku coba untuk stalk timeline twittermu, tak ada tanda tanda bahwa kamu ini anak nakal atau sejenisnya.
Aku yakin kamu ini anak yang baik, namun kadang kamu bandel dan jahil. Itu menurutku.
Entah bagaimana sikapmu pada teman-temanmu, aku tak mengerti. Setelah aku tau siapa kamu dan bagaimana kamu, aku mulai memberanikan diri untuk lebih dekat denganmu tapi sebagai teman.
Aku RT satu tweetmu dan akhirnya kita mention-an. Walaupun sedikit gila karena topiknya 'ngalor-ngidul', aku cukup senang punya teman laki-laki seperti kamu. Walau hanya di dunia maya. Hah aku rasa aku ingin sekali punya teman sepertimu di dunia nyata. Tapi mungkin sulit.
Setelah lama mengenal di twitter, kamu meminta ID line ku dan langsung saja aku kasih. Setelah beberapa kali chat dan ternyata, aku terbawa dalam convo kita. Aku merasa terhibur karena kamu.
Setelah via Line, kamu meminta pin bbku dan setelah aku accept requestmu, kamu memulai chat pertamamu di bbm dengan menge-test contact-ku.
Kita semakin dekat, walau hanya berstatus teman. Tapi aku senang.
Sampai akhirnya aku merasa bahwa sehari tanpa chat denganmu itu hampa... Aku merasa ada yang beda. Beda dari sebelumnya. Beda dari waktu aku dan kamu menggunakan panggilan 'lo-gue' yang sekarang sudah berubah menjadi 'aku-kamu'. Aku senang dengan semua ini.
Aku merasa, aku mulai nyaman denganmu. Aku mulai merasa bahwa kamu mulai ada dipikiranku. Walau aku tidak tau apa aku ada dipikiranmu, atau tidak. Ah aku tidak peduli. Semua yang aku rasakan ini aneh. Benar-benar tak seperti biasanya.
Dan sekarang, aku mulai menyadari bahwa, aku sayang sama kamu. Aku menyayangimu diam-diam. Aku menyayangimu dalam sunyi. Dan aku berharap, kau pun punya rasa yang sama.
Tertanda,
Icha.
Komentar
Posting Komentar