Langsung ke konten utama

Desember!

          Ya, desember telah datang!

          Aku pun telah menemukan orang yang tepat untuk sedikit melupakan masa laluku. Melupakan kamu 'si owner RP'.

          Kenapa aku melupakannya? Alasannya, dia abu-abu. Dia sama tidak jelasnya dengan ilmu sejarah. Dia tidak pasti.

          Datang pun hanya kalau ada maunya. Hati siapa yang tidak lelah menghadapi orang seperti dia? Aku menangis tiap malam. Aku rela tidur tengah malam hanya untuk menemaninya nonton bola. Tapi, saat aku butuh dia, dia tidak ada.

         Ya memang, dia pernah bilang dia kalau dia sayang sama aku. Tapi, sayang sebagai apa? Teman? Fine.

         Setiap hari dia pakai kata kata manis untuk menghibur, tapi aku tak tau apa artinya. Aku tak tau dia sedang becanda atau tidak.

         Sebagai seorang perempuan, aku pasti merasa bahwa aku sedang diperhatikan, tapi aku berfikir bahwa ini hanya untuk menghiburku sementara saja.

         Karena itulah, aku memilih untuk sedikit menjauh dari dia.
Aku memutuskan untuk hanya menganggap ia sebagai teman, tak lebih. Tak ada harapan. Sedikit pun. Tapi memang, melakukannya tak mudah. Aku harus selalu teringat pada dia saat aku membalas chatnya, membalas pesannya, membalas mentionnya...          
         Sampai pada akhirnya, aku menemukan seseorang yang mungkin bisa menjadi temanku, teman curhat, atau bahkan, teman hati :)

         Yaaa, dengan itulah aku berharap, bulan Desember ini, tak ada lagi tangisan, tak ada lagi galau. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Melepasmu..

Malam ini kamu datang menembus rintik-rintik hujan. Masih dengan senyuman yang sama ketika aku membuka pintu rumahku. Semilir angin menembus masuk mendahului kamu yang masih mematung disana, tersenyum ke arahku yang tak memberi senyum sedikit pun. Entah mengapa, malam ini terasa lebih beku dari biasanya. Kamu masih duduk di tempat yang sama, dengan tatapan yang sama. Dan aku pun masih menatapmu dengan mata yang sama dari raga yang sama. Hanya saja, kini aku menatapmu bukan sebagai orang yang memiliki dirimu, aku kini serpihan dari masa lalumu. "Akhirnya, aku dapat melihatmu" Begitu kamu berucap. Hatiku bersorak ketika aku mendengar perkataanmu itu. Tapi, entah mengapa, aku tak bisa mengucapkan apa pun. Semuanya tersendat. Seperti perasaanku padamu beberapa hari terakhir ini. Aku hanya bisa menatap lantai. Aku bisa merasakan bagaimana kamu terus menatapku, seolah kamu ingin menghapalkan seluruh detail wajahku agar kamu tak lupa saat nanti kamu lama tak melihatku. ...

Annisaa Mulyadi's Daily Routine

Hello good peeps! This is Annisaa writing from the bed. Di postingan blog kali ini agak lebih santai dan tidak menye-menye kaya biasanya yaa. So in this cheerful post, I am going to tell you qll things I do in a day straight! Dimulai dari bangun tidur, biasanya sih aku bangun tidur antara jam 5 sampai jam 6 pagi, tergantung alarm hpnya kedengeran di jam berapa 😆  Setelah bangun tidur, yang pasti aku buru buru langsung sholat subuh. Selesai sholat subuh, baru deh tiduran dikit lagi sambil scroll scroll Instagram sebentar, kadang ketiduran dikit. 10 menitan scroll Instagram, langsung deh aku melakukan ritual penghabisan air yaitu mandi. Gak pake lama, sat set war wer mandinya biar waktu make up nya gak kepotong banyak. Siap siap, pilih baju, make up, masuk masukin gadget dan charger ke tas trus siap berangkat! Seorang Annisaa punya kebiasaan buruk yaitu gapernah bisa sarapan pagi pagi, jadi langsung berangkat aja. Trus nanti dikantor baru deh jajan. Berangkat ke kantor bersama Lam...

Sial, Aku Jatuh Cinta.

       Aku mengenalmu dari melalui dunia yang tak nyata. Dunia penuh khayalan, imajinasi, dan mimpi. Ya, dunia maya. Lebih tepatnya, dunia roleplay.         Dari awal kita mention-an di aku roleplay, aku merasa kamu memang orang yang asik untuk diajak berteman.         Aku hanya berpikiran bahwa kita hanya bisa menjadi teman waktu itu.        Seiring berjalannya waktu, sejak aku meminta personal accountmu dan kaupun begitu, aku semakin merasakan bahwa aku semakin kepo terhadap sosok teman roleplay baruku ini.        Siapa kamu, darimana asalmu, kelas berapa kamu... Ah aku ingin tau semuanya.        Biarlah kamu mau bilang apa tentang sosokku yang kepo seperti ini. Ini juga karena aku ingin tau siapa teman baruku.Sampai akhirnya aku tau siapa kamu, walaupun hanya tau kalau kamu i...